Sunday, October 5, 2014

Kautan Ilmu-Menguatkan Iman

Imam Zaid Shakir menulis dengan bagus. Sentiasa terasa segar bila membaca tulisan beliau.  Tulisan beliau yang di bawah ini mengandungi tip-tip yang amat berguna untuk menambahkan iman kepada Allah yang Maha Esa.

**********************************
As-Salaam Alaikum
The true strength of a believer lies in the strength of his or her connection to Allah.  That connection is in turn nurtured by our devotional acts.  We must strive to engage in a consistent regimen of devotional acts if we are to see our connection to, and the depth of, our communion with Allah increase.  This includes our prayer, fasting, litanies, supplication and invocations.  Be consistent in conveying your obligatory prayers on time and try not to miss the highly encouraged voluntary prayers associated with them.  Try to establish the practice of reciting ever-increasing amounts of the supplications of the morning and evening.  These are available in a variety of formats, such as the Ma’thurat, or the Wird al-Lateef.  Try not to let a day pass without opening the Qur’an and reading at least a few pages.  If you do not understand Arabic, read a few pages in a language you are fully conversant with.  If you are fluent in Arabic, try to gradually work up to reading one thirtieth of the scripture each day of the month.  After Ramadan, try to identify days during which you will consistently fast, i.e. Mondays, Thursdays or both, the three middle days of the month, etc.  These are all tried and tested ways of cultivating a deeper relationship with Almighty Allah.
*********************************
oleh Imam Zaid Shakir. sumber: facebook

Friday, October 3, 2014

Kautan Ilmu-Tanda Allah Mencintai HambaNya

Dahulu ketika bersama akaun facebook yang pertama, saya rajin mengaut bahan tulisan untuk pembacaan ulangan dan perkongsian lanjut.  Sebagai rekod, saya tulis semula di sini untuk tindakan pembaca dan saya sendiri.  Berikut adalah tulisan dari Page Beranda Kita.

***********
TANDA ALLAH MENCINTAI HAMBANYA

1.  Allah akan menjaganya dari dunia

Bila Allah mencintai seorang hamba maka Allah akan menjaganya, Allah jaga dia dari dunia yang melalaikannya, Allah jaga ia dari dosa yang akan menghancurkan kehidupannya.  Maka dalam setiap detik perjalanan waktu Allahlah yang seharusnya menjadi tujuan kita.  Bukan dunia apalagi hanya sekadar kepuasan sesaat.  Nabi bersabda:

"Sesunguhnya Allah akan menjaga hambaNya yang beriman- dan Dia mencintaiNya- seperti kalian menjaga makanan dan minuman orang sakit (di antara) kalian, karena kalian takut pada (kematian)nya." (HR. Al Hakim, Ibnu Abi 'Ashim dan Al Baihaqi).

Allah juga berfirman dalam Al Quran surah Al An'am ayat 44: "Maka tatkala mereka melupakan peringatan yang telah diberikan kepada mereka, Kamipun membukakan semua pintu-pintu kesenangan untuk mereka; sehingga apabila mereka bergembira dengan apa yang telah diberikan kepada mereka, Kami siksa mereka dengan sekonyong-konyong, maka ketika itu mereka terdiam berputus asa." (QS. Al An'am 44)

2.  Keshalihan

Ketika Allah mencintai seorang hamba maka Allah akan memberikan kekuatan kepadanya untuk menjadi hamba yang shalih, Allah mudahkan ia untuk berbuat kebaikan, maka ibarat perjalanan keshalihan akan muncul dalam diri seseorang setahap demi setahap, maka ketika kita telah menemukan titik awal kesalehan, jangan hanya berhenti di situ tapi tetaplah berjuang.   Karena itu barulah tanda awal Allah mencintai kita, maka terus berjuang untuk menjadi lebih saleh adalah langkah untuk mendapatkan sepenuhnya cinta Allah.

"Allah memberikan dunia pada yang Dia cintai dan yang Dia benci.  Tetapi Dia tidak memberikan (kesadaran ber) agama, kecuali kepada yang Dia Cintai.  Maka barang siapa diberikan (kesadaran ber) agama oleh Allah, berarti ia dicintai olehNya." (HR. Imam Ahmad, Al Hakim dan Al Baihaqi)

3.  Memahami Agama

Ketika seorang hamba dicintai Allah maka Allah akan memudahkannya dalam memahami agama, karena cinta Allah adalah bentuk kausalitas dari kecintaan yang mendalam seorang hamba kepada Allah, sejatinya Allahlah yang akan memberikan penerangan dalam hatinya, sehingga setiap ilmu yang dipelajari akan mudah dipahami dan diamalkan.

4.  Sulit Melakukan Maksiat

Di antara tanda Allah mencintai hambaNya ialah kesulitan melakukan maksiat.  Ia tidak akan bisa melakukan maksiat, dan jika ia terbiasa melakukan maksiat, maka ia akan merasakan itu sangatlah sulit sehingga ia tidak bisa melakukan itu.  Itu tanda cinta Allah.  Sebagaimana kisah dari sang Manusia Super Rasulullah SAW, Allah yang memalingkan Baginda untuk tidak datang ke pesta malam dengan cara memberikan nikmat kantuk dan tertidur di perjalanan.

5.  Husnul Khatimah

Di antara tanda Allah mencintai hambaNya adalah, Dia menutup umurnya dengan amal shalih.  Tidak semua manusia yang mendapatkan kenikmatan ini.  Sebagian manusia menghabiskan umurnya dalam ketaatan, tetapi mati dalam keadaan bermaksiat kepada Allah.
Abu Bakar berkata: "Jika satu kakiku di dalam surga, dan kaki yang lain di luar surga, maka aku belum aman"
Jika kita melakukan maksiat, takutlah pada kematian, dan hati-hatilah kalau kita mati dalam keadaan melakukan maksiat.

Rasul bersabda: "Jika Allah mencintai seorang hamba, Dia akan memaniskannya"
Sahabat bertanya: "Apa itu memaniskannya ya Rasulullah?"
Ia berkata: "Dia akan memberi ia petunjuk untuk melakukan kebaikan saat menjelang ajalnya, sehingga tetangga akan meridhainya-atau ia berkata-orang sekelilingnya" (HR. Hakim)

Semoga Allah membimbing kita selalu, husnul khatimah dan menyampaikan kita pada ampunan, rahmat, keridhaan serta cintaNya.  Aamiin ya Rabb.

*********
dari facebook Page Beranda Kita.